RSUD A.Yani Enggan Melayani Warga Pendatang Ingin Memeriksa Covid-19

0
165

Kota Metro-pepadunnews.com Kebijakan penanganan Covid-19 di Kota Metro hanya omong kosong. Pelayanan 24 jam di Puskesmas di Kota Metro tidak ada. Pihak RSUD A.Yani menjadi rujukkan Covid-19, enggan melayani warga pendatang yang ingin memeriksakan diri. Minggu, 29 Maret 2020.

“Saya baru pulang dari Batam, karena merasa dari daerah luar, dan saya ingin kerumah Bibi saya di Kota Metro, saya mendatangi rumah sakit Ahmad Yani, untuk minta di periksa, atau di apakanlah semprotkah atau apa saya tak mengerti medisnya. Karena saya sadar situasi, dan jangan sampai membuat cemas keluarga yang saya datangi,”kata Riko (22), bersama rekannya, sekitar pukul 18.30 WIB di depan areal RSUD A.Yani Kota Metro.

Masih kata Riko, petugas RSU A Yani justru mengintruksikan pergi ke Puskesmas Kota Metro. Atas intruksi itu, mendatangi  Mereka Puskesmas yang di maksud ternyata tutup.

Meyakini ada beberapa Puskesmas lain yang jaraknya tidak jauh, bersama teman saya pun mendatangi Puskesmas rujukkan, Iringmulyo, Yosomulyo pun tidak ada yang buka.

“Kami diminta ke Puskesmas, kami ke puskesmas pada tutup. Ini gimana, kami balik lagi juga tak di layani oleh pihak RSUD AmYani,”ujar Riko.

Karena tidak ada kepastian, saya menghubungi kerabat terdekat, sekalian meminta dihantar pulang langsung ke Kampung, di Kabupaten Lampung Timur. Sebelumnya saya ke Apotik, beli obat antibody Amocylin dan diberi Hand Sanitizer serta masker dari kerabat saya dan pulang,”ujarnya.

Hal serupa, terjadi dengan warga lainnya, yang mereka baru pulang dari Jakarta. Datang ke RS A Yani, tidak ditanggapi, dan diminta ke Puskesmas.

“Katanya, ada OPD, PDP, positif, negatif. Ini malah gak jelas. Kita udah bantu Pemerintah untuk meminta test, malah ribet. Bolak balik, halah bodo amatlah bang,” katanya.

Kondisi ini tidak sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh pihak Pemeritah Kota Metro, yang katanya siap menangani pencegahan Covid-19, dengan menyiapkan angaran Miliar Rupiah, dan akan menjaga tujuh pintu masuk Kota Metro.

“Boro boro jaga pintu masuk, datang mau periksa saja di pimpong dan tak dilayani, manis di mulut aja,”kata kerabat Riko.

Sebelumnya, 03 Maret 2020, pihak Dinas Kesehatan Kota Metro menyatakan telah menyiagakan seluruh Puskesmas, Klinik maupun Rumah Sakit untuk aktif memantau Suspek Terinfeksi Virus Corona di Kota Metro.

“Sudah kami instruksikan. Jadi jika ditemukan masyarakat yang mengalami tanda-tanda infeksi virus corona seperti demam, batuk pilek, sesak napas dan ditambah dengan riwayat habis bepergian ke luar negeri atau dari negara yang terkena wabah corona, segera laporkan ke dinas,”kata Kadiskes Metro, drg. Erla Andrianti.

drg. Erla juga mengatakan, Dinkes juga melakukan Surveilans atau pelacakan kepada warga Kota Metro yang baru datang dari luar negeri atau negara terdampak wabah virus corona.

“Kalau di bandara dan pelabuhan kan sudah di’screening’. Kita juga lakukan pelacakan bagi warga yang datang dari luar negeri,”ungkapnya.

Dilanjutkannya, RSUD A. Yani yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan virus corona di Provinsi Lampung juga sudah melakukan berbagai persiapan, jika ditemukan pasien suspek virus tersebut.

Ruang isolasi sudah disiapkan. Saat ini mereka juga tengah melakukan persiapan internal seperti perawat, dokter atau tindakan lain yang perlu dilakukan jika ditemukan suspek corona.

“Untuk saat ini jika ditemukan pasien suspek corona akan dikirim ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, karena rumah sakit tersebut merupakan rujukan utama,”jelasnya. (Jun/Red/*)