Tersangka Meninggal Diduga Usai Ditangkap Tim Polsek Metro Timur

0
106

Kota Metro, Pepadunnews.com – Terduga pencurian, Agus Budiarto alias Bajijo Bin Indarto, warga Bd 21 C, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, meninggal usai ditangkap tim Polsek Metro Timur. Diduga tewasnya Bajijo akibat mengalami kekerasan oleh petugas Polsek setempat, saat proses pemeriksaan atau proses Bukti Acara Perkara (BAP). Pihak Polsek tutup informasi, Kapolsek tidak ada ditempat. Selasa, 30 Juni 2020.

Berdasarkan informasi diterima tim media, korban di tangkap pada malam hari, Senin, 29/06/20 oleh tim Polsek Metro Timur, atas dugaan pencurian barang elektronik berupa Laptop dengan TKP wilayah hukum setempat. Keluarga korban, menerima surat penangkapan berikut pemberitahuan dari Kepolisian setempat bahwa, Bajijo telah meninggal.

Untuk melengkapi data informasi, tim media mencoba mengkonfirmasikan Mapolsek setempat, namun satupun petugas enggan memberikan keterangan. Kapolsek pun tidak ada ditempat.

Terkait hal ini, tim media bersilaturahmi ke kediaman duka. Kepada tim media ini, Narman Adik korban mengatakan, kronologi penangkapan tidak mengetahui. Namun setelah mendapat kabar dari pihak Polsek, sekitar pukul 11.00 WIB sampai 12.25 WIB, menuju ke RSUD A.Yani, memang benar korban sudah meninggal.

“Saya semalam ke rumah sakit umum, sekitar jam 11 sampai 12. Kalau melihat dari surat penangkapan, korban ditangkap tadi malam (Senin,29/06/20). Saat pergi juga, korban itu sehat wal afiat, kondisi badan juga saat dirumah sakit tidak ada luka berat kalau dihajar masa,”ujarnya.

Disampaikan juga oleh Abdul Basir (Ayah sambung korban) bahwa, pihak keluarga tidak ikhlas jika kejadiannya seperti ini. Korban pergi dari rumah sore hari dan keadaannya sehat.

“Korban pergi dari rumah sehat, begitu malam hari dari Polsek ke rumah, memberi surat penangkapan serta memberirahukan anak kami telah meninggal dan sudah di rumah sakit umum (RSUD A.Yani),”ungkap Abdul Basir.

Diketahui, Korban merupakan resedivis dengan kasus pidana 365 KUHPidana. Korban bebas kurungan penjara mendapat Asimilasi pada April 2020 lalu.
(Tim)