Pj Sekda Mesuji Sesalkan Adanya Bentrok Register 45

0
192

Pepadunnews.com, Mesuji – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Mesuji, Drs.Indra Kusuma Wijaya.MM., menyesalkan peristiwa bentrok antar dua kelompok massa yang terjadi di wilayah Register 45 Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur, pada Rabu (17/07)kemarin sekitar pukul 14.00 wib.

Akibat peristiwa berdarah itu, mengakibatkan jatuh korban sebanyak 13 orang, 4 diantaranya tewas dan 9 lainnya luka-luka. Salah satu putra daerah Mesuji itu juga sangat menyayangkan peristiwa bentrok yang terjadi antara kelompok masyarakat Pematang Panggang, dengan masyarakat Sungai Ceper, Kabupaten OKI, Sumsel itu harus terjadi diwilayah mesuji.

“Saya sebagai salah satu putra daerah sangat menyayangkan peristiwa ini harus terjadi di Mesuji. Sebab, belakangan kita ketahui kedua kelompok massa yang bertikai ini bukan masyarakat Mesuji, inilah salah satu faktor yang membuat citra Mesuji dikenal menyeramkan. Padahal sebenarnya tidak demikian, kami di Mesuji ini hidup damai, rukun, bahkan sangat menjaga serta menghormati baik antar suku, agama maupun kelompok masyarakat,”sesalnya.

Indra juga berharap, agar permasalahan ini cepat selesai dan sejauh ini pihak kepolisian pun sudah siap untuk menangani masalah ini. Terlebih, Kapolda Lampung Irjen polisi, Purwadi Arianto.S.I.K., pun sudah turun ke lokasi kejadian semalam, untuk mengecek situasi pasca terjadinya bentrokan, dan kesiapan para anggotanya dalam melakukan sterilisasi serta pengamanan guna mencegah bentrok susulan terjadi.

“Keributan yang terjadi ini isu nya dipicu karna perebutan lahan register yang ada di Mesuji ini. Harapan kami Pemerintah Daerah, dan masyarakat semoga masalah ini cepat selesai dan tidak berkepanjangan, karena ini menyangkut nama baik Kabupaten Mesuji,”imbuhnya.

Sementara Kapolda Lampung Irjen polisi Purwadi Arianto.S.I.K., dalam kunjungannya ke Mesuji semalam membenarkan telah terjadi konflik sengketa lahan antar dua kelompok massa yakni Kelompok Mesuji Raya dan Kelompok Mekar Jaya Abadi yang menelan korban jiwa sebanyak 13 orang 4 meninggal dunia, dan 9 orang luka-luka. Akan tetapi sejak awal kejadian, baik pihak TNI dan Polri sudah hadir di sini dalam rangka meredam situasi, menetralisir, dan menyelesaikan konflik yang terjadi.(Ros).