Paripurna DPRD Kota Metro Dengarkan LKPJ Anggaran 2018

0
99

Pepadunnews.com, Kota Metro – Pertumbuhan ekonomi Kota Metro menempati peringkat kedua tertinggi setelah Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data BPS terbaru pada 2017 pertumbuhan ekonomi Kota Metro mengalami penguatan dibanding tahun sebelumnya, yaitu: sebesar 5,66%.

 

Hal itu dikatakan Walikota A.Pairin saat menyampaikan LKPJ anggaran 2018, pada paripurna DPRD di kantor dewan setempat, Selasa (2/4/2019).

 

Dikatakannya, peningkatan kinerja ekonomi di Kota Metro termasuk cukup tinggi, jika dibandingkan dengan rata-rata provinsi Lampung yang hanya sebesar 5,17% dan rata-rata nasional sebesar 5,9%.

 

“Jika dibandiungkan dengan kabupaten/kota lain di Lampung, Kota Metro menduduki peringkat kedua tertinggi, setelah Bandar Lampung,”ujarnya. Hal itu menunjukkan Kota Metro masih memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, jika dibandingkan dengan daerah lain.

 

“Berdasarkan hasil perhitungan metode baru tahun 2017 Kota Metro tetap memiliki nilai tertinggi kedua di provinsi Lampung dengan nilai IPM 75,87 dengan rincian angka harapan hidup 71,13 tahun, harapan lama sekolah 14,28 tahun, rata-rata lama sekolah 10,57 tahun dan pengeluaran per kapita Rp11,07 juta,”tambahnya.

Hal itu mencerminkan bahwa Kota Metro memiliki fasilitas pendidikan yang relatif baik, akses kesehatan yang relatif mudah dijangkau, serta sebagai pusat perdagangan dan jasa yang relatif kondusif.

Sementara menghadapi masalah kesejahteraan masyarakat, jumlah kemiskinan dan pengangguran di Kota Metro berdasarkan data survey sosial ekonomi nasional (MDA 2018) perkembangan tingkat kemiskinan atau persentase pendiduk miskin Kota Metro selama kurun 2016-2017 mengalami penurunan, yaitu: dari 10,15% pada 2016 dan 9,89 pada 2017.

 

Walikota berharap itu semuanya bisa terus ditingkatkan lagi untuk mewujudkan Kota Metro sejahtera. “Sudah relatif banyak kemajuan dan keberhasilan yang telah kita capai dan itu merupakan kinerja kita bersama,”tuturnya. (Adv).