Karyawan PT GBP Mesuji Positip Covid-19

0
52

Mesuji-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Mesuji merespon cepat terkait adanya karyawan PT Garuda Bumi Perkasa(GBP),Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung yang terkonfirmasi positif Covid-19.

DPRD mesuji meminta team Kerja Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mesuji bergerak cepat melakukan langkah-langkah pencegahan bukan hanya memberikan alasan jika yang terpapar tersebut bukan warga mesuji.

“jangan lagi ada alasan itu(warga positif covid)  itu bukan warga mesuji,  tapi yang harus jadi perhatian adalah warga yang terpapar itu ada dikabupaten mesuji, bekerja di kabupaten mesuji, dan mungkin bergaul dengan warga mesuji, apa mungkin karena bukan warga mesuji terus kita akan pulangkan ke NTB?,”ujar Suyanto salah satu anggota DPRD mesuji kepada wartawan.

Jadi lanjutnya,  Dinas Kesehatan serta Gugus Tugas harus cepat melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan agar virus tersebut,sehingga diharapkan tidak menyebar lebih luas di kabupaten mesuji.

“harus cepat dilakukan penangan pencegahan bukan lagi berdebat dan beralasan,  misalnya dengan mengisolasi perusahaan, penyemprotan disinfektan, melakukan karantina terhadap karyawan perusahaan,atau langkah-langkah lain,”tambah politisi muda Demokrat ini.

Sebelumnya di beritakan media ini Kabar mengejukan datang dari tim Surveilance Kesehatan Rumah Sakit  Umum Daerah Ragab Begawe Caram(RSUD RBC) kepada salah satu Karyawan PT Garuda Bumi Perkasa atas nama  Mh(35) Warga Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB).

Dari data yang di dapat oleh wartawan melalui  Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji,diketahui sebelumnya pasien 01 covid -kabupaten Mesuji ini pada  bulan Juni 2020 melakukan perjalanan Pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat(NTB), dan Bulan Juli kembali ke Mesuji  untuk bekerja di PT Garuda Bumi Perkasa.

Namun Setelah dilakukan Rapid dan SWAB terkonfirmasi Positif setelah sebelumnya melakukan karantina mandiri di Mess milik perusahaan.

Dengan kedapatan pasien positif covid tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Yanuar Fitrian kepada wartawan mengaku tidak akan melakukan repidtest massal, dan hanya  akan melakukan repidtest kepada orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif.

“Kita melakukan rapid bagi yg kontak erat dengan orang yg ter kompirmasi positif saja, tidak kita lakukan massal, “terang Yanuar melalui pesan singkatnya.

Selain itu dalam keteranganya Kepala Dinas Kesehatan Mesuji meyakinkan jika warga yang terkonfirmasi Positif tersebut bukan warga Mesuji, karena ber Kartu Tanda  Penduduk provinsi NTB.

“bukan warga Mesuji, tapi karyawan perusahaan swasta yang ada di wilayah kabupaten Mesuji, “kilahnya. (Red)