Dugaan Ijazah Palsu Calon Kakam Berbuntut Panjang, Bagian Hukum Dan Tapem Tuba Penuhi Panggilan DPRD Tuba

0
205

Tulang Bawang, PepadunNews: Bagian Hukum dan Tata Pemerintahan Tulang Bawang memenuhi panggilan DPRD setempat untuk membahas adanya dugaan Calon Kakam ijazah Palsu, yang sempat di protes oleh calon lainnya, 25-11-2019.

Pihak DPRD Tulang Bawang Komisi 1 yang di wakilkan anggota Komisi Nirwansyah Habib usai menggelar hearing bersama Bagian Hukum dan Tapem mengatakan, bahwa hari ini kita mempertanyakan sejauh mana proses calon kakam yang di duga memakai izajah palsu namun tetap lolos dalam pencalonan kepada pihak Tapem selaku penyelenggara Pilkakam serentak ini.

Menurutnya, kami selaku lembaga DPRD hanya memfasilitasi adanya laporan masyarakat yang mengadukan ke kami terkait adanya indikasi calon kakam yang menggunakan ijazah palsu.

Selain itu pihak Tapem dan Bagian Hukum sudah menjelaskan ke kami bahwa lolosnya calon kakam yang di duga pakai ijazah palsu ada dasar dan bukti lain yang menguatkan.

Bahkan pihak Tapem menjanjikan akan memberikan bukti kelengkapan dan alat bukti yang menguatkan , kami akan tunggu sore ini atau besok.

Nirwansyah juga menjelaskan , bahwa sesuai aturan perbub, perda bahwa tahapan Pilkakam akan tetap lanjut walau ada masalah satu calon, karena ini pilkakam serentak di 31 Kampung di Tulang Bawang. Jikalau nantinya ada dan terbukti ada indikasi calon menggunakan ijazah palsu yang masuk pemalsuan dokumen itu ya akan di proses sesuai hukum.

Sementara Bagian Hukum Anuari bersama Kasubag Tapem Wayan menjelaskan , bahwa kami memenuhi panggilan DPRD Komisi 1 terkait laporan adanya dugaan calon kakam yang menggunakan ijazah palsu ya kami jelaskan.

Semua proses salah satu calon di kampung Panca Karsa Purna Jaya Kecamatan Banjarbaru yang di duga menggunakan izajah palsu dan sudah lolos seleksi, adalah hak penuh panitia pemilihan kakam.

Kami tidak bisa mengatakan itu palsu , semua ada hak dan bagian bagian yang menanganinya dan ranahnya.

“Jikalau ada dugaan yang menyangkut hukum dipersilahkan untuk melaporkan kepenegak hukum, cetusnya.” ( tim)