BPB Bagikan PTSL Ke Masyarakat Metro

0
10

METRO – Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Metro menyerahkan sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) untuk masyarakat setempat.

Penyerahan yang dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Metro, Djohan tersebut dilaksanakan secara virtual di OR Setda Kota Metro, Jumat (3/7).

Kepala BPN Metro Rahmad mengatakan, sejak tahun 2017 (PTSL) di Kota Metro mencapai 11.005 bidang. Pada tahun ini dengan target 1350, untuk Kota Metro sudah tercapai.

“Sejumlah 1350 sertifikat tanah ini akan kami bagikan secara langsung kepada masyarakat selama dua minggu. Semoga dengan adanya PTSL kali ini dapat membantu masyarakat dalam perekonomian, sehingga dari sertifikat bisa membantu dalam modal usaha,” katanya.

Menurutnya, dari kegiatan pendapatan tanah tercatat jumlah bea perolehan atas tanah dan bangunan tahun 2020 cukup besar untuk kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Untuk pendapatan tanah tahun 2020 jumlah Bea Perolehan Hasil Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebanyak Rp4,5 milyar. Hal itu menjadi kontribusi PAD Kota Metro,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro Djohan, menyampaikan PTSL untuk masyarakat merupakan program strategi nasional. Dengan pembuatan sertifikat ini telah memberikan nilai positif pada masyarakat Kota Metro.

“Alhamdulilah kami ucapkan terima kasih kepada Menteri beserta jajaran atas upaya selama ini, sehingga di Kota Metro seluruh tanah telah bersertifikat semuanya,” katanya.

Djohan menuturkan, sertifikat tanah ini sangatlah penting sebagai dasar bukti kepemilikkan tanah yang sah.

“Memiliki sertifikat atas lahan sangatlah penting, karena itu merupakan bukti kepemilikan yang sah dan memberi kepastian hak kepemilikan tanah yang berkekuatan hukum,”ujarnya.

Dikatakannya, Pemkot bekerjasama dengan Kantor Wilayah BPN Metro dalam percepatan pelaksanaan sertifikasi barang milik daerah berupa tanah, pemanfaatan data pertanahan dan perpajakan daerah serta pemanfaatan zona nilai tanah.

“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan Host to Host bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB),” terangnya.

Djohan menambahkan, melalui program itu, manfaat yang akan diperoleh masyarakat dengan tanah yang bersertifikat adalah kejelasan kepemilikan, harga diri dan keamanan secara legalitas.

“Selain kepemilikan hak tanah secara legal, masyarakat juga bisa menjadikan sertifikat sebagai modal pendamping usahanya guna peningkatan kesejahteraan hidupnya,” tutupnya,(red).