Banjir Akibatkan 6 Rumah Hanyut Dan 2 Desa Terisolir Di Tanggamus

0
210

PepadunNews.com,Tanggamus – Bencana Banjir yang terjadi pada hari senin (04/03), di Kabupaten Tanggamus,mengakibatkan sejumlah daerah mengalami Banjir. Diantaranya kecamatan Pugung,Kecamatan Semaka,Kecamatan kotaagung Timur,dan juga telah terjadi Bencana tanah longsor yang terjadi di kecamatan KotaAgung.

Dari sejumlah Kecamatan yang mengalami Bencana Banjir tersebut,yang mengalami dampak terparah terjadi di Kecamatan Pugung ,tepatnya di pekon Suka Mulya dan Tanjung Agung,ketinggian air mencapai Dua meter dan mengakibatkan 6 rumah hanyut dan dua dusun terisolir
,karena diakibatkan meluapnya air Sungai Way Gadung dan Way Komering,05/03.

Dalam Hal Ini Camat Pugung Hardasyah mengungkapkan bahwa banjir diwilayahnya mencapai ketinggian 2 meter dan longsor di beberapa Pekon, diantaranya Pekon Sumanda, Tanjung Agung, Pungkut, Sukamaju, Suka Mulya dan Gading. “Namun yang paling parah di Pekon Suka Mulya, dimana akibat banjir tersebut 4 rumah hanyut, 1 warung roboh, 2 sepeda motor hanyut, 35 rumah terendam banjir dan 1 jembatan gantung putus. Lebih dari 10 titik longsor mengkhawatirkan. Selanjutnya terdapat 15 keluarga, yang terdiri 24 anak-anak dan 35 orang dewasa yang mengungsi. Sedangkan di Pekon Tanjung Agung, terdapat 2 rumah hanyut dan 2 dusun terisolir.

Menindak lanjuti kondisi tersebut, sejak Selasa dini hari Pj. Sekdakab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, telah memerintahkan OPD terkait untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan, baik BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PU dan Dinas Pendidikan. Sekda juga memerintahkan agar segera menyiapkan tempat pengungsian, pos kesehatan dan dapur umum.

Habid Heriansyah Lubis juga menggelar rapat darurat di Balai Pekon setempat. Rapat diikuti Kepala BPBD Tanggamus Romasyadi, Kepala Dinas Kesehatan Sukisno, perwakilan Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Pekon dan Tagana. Selain tim dari Pemkab Tanggamus, turut juga Anggota DPRD Tanggamus Heri Ermawan.

Hasil rapat memutuskan BPBD menurunkan alat berat untuk penanganan banjir pada daerah yang parah. Selain itu menjadikan Balai Pekon sebagai Tempat Pengungsian dan membuat dapur umum.

Kemudian personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan membantu warga membersihkan genangan air dan lumpur atau sisa banjir di sekolah dan rumah ibadah. ”Kita juga membentuk posko kesehatan di sejumlah pekon terdampak bencana. Mendata sarana belajar seperti buku-buku pelajaran yang rusak. Tanggap darurat bencana ditetapkan hingga satu minggu ke depan”,

Ia juga menyapa para korban agar sabar dan ikhlas dengan cobaan yang ada, serta menghimbau warga untuk selalu waspada. “Bapak, ibu tetap sabar dan ikhlas ya. Ini semua cobaan dari Allah. Selain itu tetap selalu waspada ya”ujarnya.(ros)